Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

BERTATAPAN

Tidak ada kata yang terucap dari bibir kami Aku tiba di depan rumah kelahiran ketika siang memberikan kesunyian baginya. Tidak ada sambutan di pintu depan sebab pintu depan berada dalam keadaan tertutup dan tidak terdengar bias-bias suara yang dibawa oleh angin ke dalam gendang telingaku. “Mungkin para penghuni sedang memberikan kesendirian bagi rumah berdinding kayu ini.” Begitulah kesimpulan yang dapat diberikan oleh pikiran ketika menyaksikan kesendirian dari rumah tersebut. Jika demikian kami mengalami nasib yang sama. Aku juga berada dalam kesendirian. Apakah ini kebetulan yang telah direncanakan oleh sang waktu? Bahwa kebetulan yang terjadi tetap memiliki perbedaan di antara kami. Kesendirian yang bergelayut di sekitarku masih dapat dirasakan dan disadari. Sedangkan rumah ini tidak memiliki kesadaran dan perasaan sedikit pun mengenai keadaannya. Jadi aku agak sedikit berbangga diri dan berlagak sombong terhadapnya. Sikap bangga dan sombong memang layak untuk ditunjukan t