Senin, 21 April 2014

WANITA BERMATA SAYU (III)

Cukup lama, aku tidak memandang mata itu. Terahkir kali kami bertemu, di saat gerimis memotong lembayung senja. 

Udara lembab menguap dari tumpukan sampah yang berjejal di pinggir kali mati. Wanita ku, Pemilik mata sayu, masihkah suasana senja itu membekas dalam ingatan? Adakah wajah sendu Si penjaja gorengan keliling rebah di ribaan hari mu ?

Aku hanya menduga. Sebatas rekaan seorang pengkhayal labil yang seharinya duduk di beranda rumah sekedar menghabiskan sisa harinya. Mungkin  kau sedang memisahkan semua kenangan, entah tentang kita atau tentang yang lain. Sebuah praduga yang sangat tidak logis tentunya. Seandainya kau membaca tulisan ini, aku yakin kau akan terpingkal atau tersenyum sinis. Baiklah.  kubuat lebih serius tapi tidak terkesan narsis atau sok pamer.

Terahkir kita ketemu di simpang tiga di bawah pohon ketapang tua itu. Kau mengenakan kaos tshirt berwarna biru langit, berkacamata dan rambut ikal mu digerai angin panas musim kemarau. Kala itu, kita tidak bercakap lantaran kedua orangtua mu berada di samping mu. Aku hanya mampu menatap lekat kedua bola matamu. Bagi ku, percakapan akan menimbulkan kesan gombal di benak kedua orang tuamu. Mereka mungkin akan segera menyuruh ku pergi dari tempat tersebut. 

Bagaimana kabar mu sekarang bermata sayu? Masihkah kau mengenakan kacamata itu? 

Bagi ku, kacamata itu mengaburkan keindahan kedua bola matamu. Saran ku, sebaiknya kau copot saja kacamata itu. 

Kalau kau keberatan atau masih ragu, biar aku yang membantu mu untuk melepas kacamata tersebut. 


Kamis, 03 April 2014

KENELANGSAAN HARI



buat apa menambah kata kalau hanya menyesaki hari
katakata sudah busung lapar, telah menghuni truk sampah
parahnya, kata sudah berlumut

mungkin cinta layak mengawini hari
membuatnya bunting dan beranak
kemudian berkoloni, berparade sambil bercinta dengan waktu
bukankah, ada noktah berkelindan sepanjang jejak cinta?

kerja adalah kata kerja yang layak menancapkan janur kuning
kerling tenaganya mampu melumerkan kepekatan hari
tapi ada rima dan dentingan blues yang menyeruak darinya

doalah pasangan serasi bagi hari
menara gading serta wangi dupanya adalah romansa paling romansa
belum lagi, keseksian tubuh dan ciuman mautnya
yahhh... doa adalah belahan jiwa, tulang rusuk yang dinanti hari
kalau sempurna sebagai kekasih
mengapa parade darah meminta pertanggung jawaban doa ?
mungkin hari tak pantas bermonogami
ia harus menyetubuhi tiga tubuh sekaligus
dan menghidupi dirinya dengan cara ini

bagaimana dengan aku
haruskah ku melumat keakuan ku