Minggu, 20 Februari 2011

TATANRI XXV





Aku harus menafsirkan motif yang tertera di dinding-dinding rumah, aku sadar bahwa ini merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah dan gampang. Apalagi aku tidak memiliki pengetahuan yang cukup seputar motif-motif tersebut. Dari bentuk sampai kepada pesan yang berada dibaliknya. Biar bagaimanapun aku harus menafsirkan motif-motif tersebut, ini untuk masa tabungan masa depan anak dan cucuku.
Satu keyakinan yang selalu kupegang, segala sesuatu tidak semudah yang dibayangkan. Untuk berjalanpun kita harus melewati beberapa fase atau tahap.OKE.......aku mulai menafsirkannya, tetapi tidak dengan segera melakukannya. pertama-tama harus mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan digunakan dalam menafsirkan motif-motif tersebut.Pertama: mengunjungi beberapa tetua atau sesepuh yang berada di sekitar rumah ini untuk menanyakan beberapa persoalan yang berhubunga dengan motif-motif ini(cara pembuatannya, bahan-bahan yang dibtuhkan dalam mengerjakannya, dan lain-lain). Bukankah para tetua atau sesepuh tersebut tidak lagi menghiraukan motif-motif ini? Bukankah mereka yang tidak memperhatikan para pencipta motif-motif ini? Karena ulah merekalah para pencipta motif meninggalkan rumah ini.
Tidak semua sesepuh yang berkelakuan demikian, sebab beberapa har yang lalu ada seorang sesepuh yang menyapaku sambil menanyakan keberadaan dari para pemilik rumah yang sekarang aku tempati, malahan ia mengundangku untuk berkunjung kerumahnya. Bagiku; kelakuannya menjadi tanda bahwa ia masih bersimpati dengan motif-motif yang tergambar disini.
Kedua: mencari beberapa informasi tambahan dari para tetangga dan orang-orang yang akan datang berkunjung kesini. Bagiku mereka merupakan orang-orang yang memiliki minat yang sama denganku.

Ketiga: aku harus membaca beberapa literatur yang berhubungan dengan motif. Tetapi, dimana aku harus mendapatkannya? Bagiku ini merupakan langkah yang paling sulit, dimana aku harus berangkat ke kota untuk mendapatkannya. Sedangkan perjalanan ke kota adalah suatu bencana.Aku telah meninggalkan beberapa nokta di kota, aku dituduh telah mencuri uang majikan yang adalah seorang bupati sampai dituduh telah meniduri istrinya. Padahal aku tidak pernah melakukan perbuatan tersebut.
BERSAMBUNG..........



Rabu, 16 Februari 2011

SEBELUM TENGAH MALAM

Aha...........aku menemukan awal dari cerita mengenai Neshi.

Ayahnya meninggal bukan karena penyakit atau kecelakaan tetapi memenuhi syarat yang diajukan oleh paranormal. Menurut kabar yang beredar, diceritakan bahwa ayahnya meninggal karena demam yang berkepanjangan yang tidak diketahui penyebabnya. Dari cerita-cerita tersebut orang-orang mulai menarik berbagai kesimpulan; ia meninggal karena terkena kutukan dari nenek moyang karena telah menebang salah satu pohon bambu di hutan keramat, ia meninggal karena mengeluarkan kata-kata jorok ketika melewati kuburan. dan lain-lain.

Namun ayahnya tidak pernah menceritakan kepada ibunya tentang sejarah kehadiran Neshi sehingga ibunya menganggap kelahirannya sebagai sesuatu yang normal.

Neshi dilahirkan dengan membawa serta sebuah batu berwarna merah jambu, sampai sekarang batu itu disimpan oleh ibunya. Pernah ibunya menanyakan perihal batu tersebut kepada orang pintar namun tidak ada yang tahu mengenai kegunaan batu merah jambu itu. Ibunya memutuskan untuk tetap menyimpannya.

Setelah keberadaan Neshi ditengah-tengah keluarganya terjadi beberapa kaenahen dan kejadian-kejadian langkah yang tentunya tidak dapa tditerima oleh akal sehat.

Pada umur 10 hari Neshi telah mampu menaiki tangga rumah. Bersyukur bahwa kejadian ini tidak diketahui oleh orang lain sehingga tidak tersebar berita mengenai Neshi di kalangan masyarakat luas. Bersyukur juga, di rumah hanya tinggal Neshi bersama ibunya, memang mereka hanya berdua sebab Neshi tidak mempunyai saudara.

Ibunya menyimpan semua kejadian tersebut sebagai rahasia; ia juga tidak pernah melarang Neshi ketika melihat dan menyaksikan kelakuan anehnya.

Semakin hari kelakuan Neshi semakin aneh, ia sanggup melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak pernah dilakukan oleh anak-anak seumurannya; Melihat hal inilah ibunya mulai menghubungkannya dengan keberadaan batu berwarna merah jambu yang dibawanya serta pada saat kelahirannya. Terkadang ibunya kewalahan dalam menghadapi tingkah anehnya namun dengan kesabaran ia tetap membimbing dan mendidik Neshi.

Pernah pada suatu ketika seoarang tetangga bertamu kerumahnya ketika Neshi(1tahun)sedang memindahkan piring-piring yang telah dicuci oleh ibunya dengan menggunakan kekuatannya(piring-piring tersebut melayang)

(BERSAMBUNG)

Senin, 14 Februari 2011

SEBELUM TENGAH MALAM

Aku harus memberinya nama, bila perlu mempertegasnya dengan menambahkan marga dan lain-lainya. Aku sadar tentang ketidakadilan yang merayap perlahan-lahan di sekitar tulisanku, dimana aku dengan sadar memberi nama pada sebuah ketidaknormalan. Jika para pembacaku kecewa(mereka memang layak untuk memiliki perasaan tersebut sebab mereka hadir secara normal), aku harus tetap menuliskannya.

Oke........

Tokoh kita ini bernama Nisa Ganeshi Praditati, namun lebih dikenal dengan Neshi. Kehadirannya menimbulkan berbagai persoalan di tengah keluarga, dmana sang ayah yang menghendaki keberadaannya telah pergi untuk selamanya.

Aku cukup bingung untuk memulai kisah tentang Neshi. Kira-kira dari mana mengawalinya.

Ahhh......sangat bingung untuk menuliskan cerita ini, jangan-jangan pengaruh dari mantra yang ada dalam skenario tersebut? Paranormal sialan! mantra bedebah!

Sabarlah!

Aku tidak mungkin meniggalkan cerita ini, aku tidak akan menyerah pada mantra ataupun jampi-jampi yang disisipkan dalam skenario film ayah Neshi. Sejenak mengambil nafas, tepatnya mengatur pernapasan dengan baik. jangan sampai diakibatkan oleh pernapasan yang tidak teratur.Bukan hanya itu saja; posisi duduk juga harus dibenarkan.

Maklum saja seorang penulis yang sedang kebingungan dan ditolak oleh abjad serta kehilangan inspirasi.Ingin kumaki cerita mengenai Neshi yang menyiksa ini, bukankah namanya pengecut.

heheheheheheee..........saya bukan seorang pengecut, darah saya bukan kecut. Apa hubungannya?

Para pembaca yang budiman.....

Maafkanlah kerancuan dan ketiadaan ide dan kehilangan alur pada beberapa baris di atas.Itulah aku yang tidak tah harus memulainya dari mana. Aku tidak tau harus mengaliri cerita ini tetapi tidak disebabkan oleh mantra yang disisipkan dalam skenario film.

Hal ini juga disebabkan oleh keadaan tubuh yang sedang kacau(pikiran dan perasaan)

(BERSAMBUNG)