Senin, 14 Februari 2011

SEBELUM TENGAH MALAM

Aku harus memberinya nama, bila perlu mempertegasnya dengan menambahkan marga dan lain-lainya. Aku sadar tentang ketidakadilan yang merayap perlahan-lahan di sekitar tulisanku, dimana aku dengan sadar memberi nama pada sebuah ketidaknormalan. Jika para pembacaku kecewa(mereka memang layak untuk memiliki perasaan tersebut sebab mereka hadir secara normal), aku harus tetap menuliskannya.

Oke........

Tokoh kita ini bernama Nisa Ganeshi Praditati, namun lebih dikenal dengan Neshi. Kehadirannya menimbulkan berbagai persoalan di tengah keluarga, dmana sang ayah yang menghendaki keberadaannya telah pergi untuk selamanya.

Aku cukup bingung untuk memulai kisah tentang Neshi. Kira-kira dari mana mengawalinya.

Ahhh......sangat bingung untuk menuliskan cerita ini, jangan-jangan pengaruh dari mantra yang ada dalam skenario tersebut? Paranormal sialan! mantra bedebah!

Sabarlah!

Aku tidak mungkin meniggalkan cerita ini, aku tidak akan menyerah pada mantra ataupun jampi-jampi yang disisipkan dalam skenario film ayah Neshi. Sejenak mengambil nafas, tepatnya mengatur pernapasan dengan baik. jangan sampai diakibatkan oleh pernapasan yang tidak teratur.Bukan hanya itu saja; posisi duduk juga harus dibenarkan.

Maklum saja seorang penulis yang sedang kebingungan dan ditolak oleh abjad serta kehilangan inspirasi.Ingin kumaki cerita mengenai Neshi yang menyiksa ini, bukankah namanya pengecut.

heheheheheheee..........saya bukan seorang pengecut, darah saya bukan kecut. Apa hubungannya?

Para pembaca yang budiman.....

Maafkanlah kerancuan dan ketiadaan ide dan kehilangan alur pada beberapa baris di atas.Itulah aku yang tidak tah harus memulainya dari mana. Aku tidak tau harus mengaliri cerita ini tetapi tidak disebabkan oleh mantra yang disisipkan dalam skenario film.

Hal ini juga disebabkan oleh keadaan tubuh yang sedang kacau(pikiran dan perasaan)

(BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar: