Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

KEMBALINYA MASA LAMPAU

Ada yang bilang bahwa kembalinya masa lampau akan menimbulkan kesakitan, ada juga yang mengatakan bahwa kembalinya masa lampau akan membantu kita untuk merefleksikannya. Yah.....kembalinya masa lampau tentu memiliki dua sisi di atas, dengan keberadaan masa lampau pada masa kini sanggup untuk menetaskan mimpi yang masih berkelana di tapal batas. Eh....ia bukan menetaskan tetapi merealisasikan mimpi yang sedang menunggu dalam kesabaran. Kisah tentang kembalinya masa lampau menceritakan tentang rasa yang bergandeng dengan mimpi, keduanya begitu layaknya sepasang kekasih yang berada dalam semangat untuk berpelukan, memang kisah tentang kembalinya masa lampau juga berhubungan langsung deng an rasa dari pria dan wanita. Ini tentang cinta, ini tentang kasih, ini tentang kemesraan, dan ini tentang kesetiaan. Kembalinya masa lampau tidak menuntut untuk diperhatikan secara khusus, keberadaan masa lampau dalam genggaman masa kini juga tidak pernah mengharapkan agar dicurahkan waktu sepenuhnya. Ke

GADIS BERKALUNG KERANG(C)

Gadis berkalung kerang masih mengitari lembah, bola matanya begitu liar dan ekspresi wajahnya seperti seorang anak kecil yang terjebak di dalam gua. Sorot matanya mengungkapkan ketakutan dan memohon pertologan dari siapa saja yang dijumpainya. Aku mengikutinya dan memperhatikan dengan saksama setiap gerak tubuh yang dimunculkannya. Dari kejadian ini aku mengambil kesimpulan sementara bahwa gadis ini dikorbankan untuk penjaga lembah ini. Sungguh suatu fenomena yang langka dalam peradaban ini, dimana cerita mitos, legenda dan sahabat-sahabatnya hanyalah kebelakaan. Mungkin ini tidak berlaku bagi masyarakat yang berpegang teguh pada kebiasaan leluhur, mereka menolak setiap wajah dari peradaban dan selalu berusaha untuk menjauhinya. Kembali kepada persoalan si gadis; Ia masih berjalan di lembah dengan wajah yang tidak berubah namun tidak ada tanda-tanda akan adanya penjaga hutan yang muncul untuk menyantap sesajen yang disiapkan. Bagaiamana mungkin kalimat dapat dituliskan di sekitar wa

LELAKI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHIDANGAKAN ANGGUR (G)

Arthe terlelap dengan menenakan pakaian yang telah berhari-hari membungkus tubuhnya, hal ini sangat kontras dengan selimut yang juga membungkus tubuhnya. Arthe menggunakan selimut karena udara yang dingin. Mungkin selimut merasa terganggu dengan bau tubuh Arthe(sesuatu yang tidak mungkin) Panggilan dari ibu Marti tidak didengar oleh Arthe sehingga ibu Marti mencurigai keberadaan dari Arthe di dalam rumahnya dan menyesal telah mengundang Arthe untuk menginap di rumahnya. Sangat jarang ibu Marti mengundang tamu untuk menginap di rumahnya, sesampainya ia mengudang Arthe ke rumahnya disebabkan oleh nasihat dari seorang ibu yang tanpa sengaja menabraknya di pasar. Arthe terlelap sampai pagi menghampirinya, ia segera membersihkan diri dan menuju ke dapur untuk memanaskan air agar dapat digunakan untuk menyeduh kopi. Dapur dalam keadaan sunyi padahal kokok ayam sudah tidak terdengar, sembari menunggu airnya panas Arthe membersihkan semua perabotan makan dan masak yang berserakan di tempat cuc

TATANRI XXIV

Mampukah kesendiran menafsirkan setiap motif yang tergambar di dinding, ditambah dengan bayangan sahabatku yang juga menyatu dengan motif-motif tersebut. Tidak ada yang dapat diajak untuk berdiskusi, tidak ada yang berkunjung atau meminta sesuatu pada rumah ini. Keberadaan kami tidak didaftar dalam buku induk di kantor desa, mungkin seksi tata desa tidak memetakan rumah ini. Bagaimana bertahan daalm keadaan ini? Sahabat yang menjadi lawan bicara sekaligus partner yang cocok dalam segal hal telah pergi dan hanya menyisahkan bayangan yang melekat dengan motif-motif di dinding rumah. Alasan dari kepergiannyapun tidak dikatakan dengan jelas, ia hanya berpesan bahwa setiap subuh aku harus berhasil untuk menafsirkan salah satu motif. Menafsirkan motif merupakan pekerjaan yang sangat berat sebab motif tersebut berjumlah ribuan dan satu motif dilukis dengan beberapa cara yang berbeda dan warna yang berbeda pula. Sehingga satu motif bisa menghasilkan lebih dari 20 lukisan. kesendirian tidak men

GADIS BERKALUNG KERANG (B)

Kalung kerang sebagai tanda dari sang bidadari bahwa Gadis tersebut harus diperuntukan baginya, disini; kepemilikan berarti sang gadis harus melanjutkan tugas dari sang bidadari untuk menjaga lembah Rosienly. Dengan demikian keseharian sang Gadis akan berada di lembah tersebut Aku semakin tertarik dengan kisah sang gadis dan berusaha untuk mengupas tuntas kisah dari sang gadis. Untuk ini, aku harus melepaskan semua pesona yang selama ini ditimbulkan oleh indra. Meninggalkan juga semua kesibukan sebagai manusia, tentu akan menciptakan suatu keterasingan terhadap diri. Mampukah aku menanggalkannya? Lembah dengan keharuman anyelir dan bakung Lembah dengan seribu jenis musik yang diperdengarkan oleh angin Lembah dengan wajah bidadari terahkir yang terpampang di dedaunan Lembah dengan gadis berkalung kerang yang selalu memanggil kesenyapan Yah...........lembah Rosienly Aku belum menemukan keterpaduan antara cerita mengenai bidadari yang menjelma menjadi lembah dan gadis berkalung kerang.

TATANRI XXIII

Motif yang dihasilkan tidak dipandang sebagai manifestasi dari para roh maupun arwah leluhur yang berusaha untuk berada dekat dengan anak-cucunya. Motif yang dihasilkan juga merupakan bahasa yang digunakan oleh para leluhur untuk berkomunikasi dengan anak-cucunya. Motif tidak mendapat tempat yang layak dalam masyarakat, ia hanya dilihat sebagai karya seni belaka. Tidak adanya penghargaan terhadap motif disebabkan oleh gaya hidup masyarakat telah dikuasai oleh hantu-hantu dari dunia lain. Dengan kepergian para penenun; masihkah ada harapan bagi para leluhur untuk berkomunikasi dengan anak-cucunya? Rumah yang ditinggalkan oleh para penenun juga dilihat sebagai rumah hantu sehingga kami yang menempati rumah tersebut memperoleh perlakuan yang buruk dari masyarakat. Bahkan ada larangan untuk bergaul atau bertegur-sapa dengan kami. Hanya seorang kakek yang merelakan kami untuk menyapa dan berkunjung ke rumahnya. Sekarang sahabatku telah pergi, meninggalkan bayangannya di antara motif-motif y

BAYANGAN DAN WAKTU YANG BERHENTI

Matraman yang bercecok Berhentinya waktu di terik yang menusuk tanpa ada persetujuan dari lingkungan hanya bayangan yang berkelebat masih pada waktu yang berhenti kecoak bergerak lamban di antara tumpukan sampah sementara itu..... keadaan terus diliputi kebingungan hanya bayangan yang berkelabat pada waktu yang berhenti dentuman gendang membias di kepekatan malam menerobos labirin yang rapuh sehingga..... hanya bayangan yang berkelebat sudahilah waktu yang berhenti sehingga; keadaan menemukan kenormalan dan; lingkungan mampu berceramah ah..... bayangan dan waktu yang berhenti sudahilah......

PENARI SENJA

Rencana untuk meninggalkan kampung pada saat bulan berwarna coklat bertujuan agar para penduduk tidak dapat mengadakan ritual. Tentu akan menyebabkan kekacauan yang amat sangat apalagi ritual ini sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, ritual ini juga merupakan waktu untuk mengambil keputusan-keputusan peting dalam kehidupan bersama. Bahwa ada isu yang beredar, dimana para tetua kampung akan mengambil keputusan untuk menghukum para penari senja karena telah mengadakan perkumpulan dan pertemuan secara rahasia. perkumpulan ini diketahui oleh para tetua karena salah seorang anggota penari senja yang kalah dalam pemilihan ketua. Akibat sakit hati, ia membocorkan perkumpulan rahasia tersebut kepada para tetua namun mengenai rencana untuk meninggalkan kampung pada saat bulan berwarna coklat tidak diketahui olehnya. Suatu kebetulan, dimana para penari senja mengetahui bahwa perkumpulan mereka telah diketahui oleh para tetau. Salah seorang penari senja mendengar percakapan dari sa

MAGHRIB BERSETERU

Matraman; saat suara beduk tak dihiraukan Tidak ada kicau dari belimbing tua seketika raungan kucing di bungkam tikus yang berseliweran hanyalah tontonan para gelandangan yah.....maghrib membungkam suara beduk piring-piring kotor berserakan tetesan air dari tempat cuci begitu dikucilkan yah... maghrib membungkam suara beduk tidak ada kemanusian di tepi rumah keributan meninabobokan kesenyapan kalau saja; ubin-ubin putih berkeluh-tentu akan ada air mata di sela-selanya yah.... maghrib membungkam suara beduk adakah nyala neon menyerap kalimat-kalimat? masihkah dinding batu menampakan kecerahan? atau... cat kusamvbersetubuh dengan lingkungan? yah.... maghrib membungkam suara beduk mencoba untuk masuk kedalam lingkaran memilah duri-duri mawar untuk ditancapkan pada sebatang rokok mampukah suara beduk terdengar? karena; keributan maghrib berhamburan tak arah yah...... maghrib membungkam suara beduk adakah tetesan air melubangi ubin? yah.....maghrib tak mampu memperdengarkan nyanyiannya dan.