Senin, 15 November 2010

TATANRI XXIV

Mampukah kesendiran menafsirkan setiap motif yang tergambar di dinding, ditambah dengan bayangan sahabatku yang juga menyatu dengan motif-motif tersebut.

Tidak ada yang dapat diajak untuk berdiskusi, tidak ada yang berkunjung atau meminta sesuatu pada rumah ini. Keberadaan kami tidak didaftar dalam buku induk di kantor desa, mungkin seksi tata desa tidak memetakan rumah ini.
Bagaimana bertahan daalm keadaan ini?
Sahabat yang menjadi lawan bicara sekaligus partner yang cocok dalam segal hal telah pergi dan hanya menyisahkan bayangan yang melekat dengan motif-motif di dinding rumah.
Alasan dari kepergiannyapun tidak dikatakan dengan jelas, ia hanya berpesan bahwa setiap subuh aku harus berhasil untuk menafsirkan salah satu motif.
Menafsirkan motif merupakan pekerjaan yang sangat berat sebab motif tersebut berjumlah ribuan dan satu motif dilukis dengan beberapa cara yang berbeda dan warna yang berbeda pula. Sehingga satu motif bisa menghasilkan lebih dari 20 lukisan.

kesendirian tidak mengijinkan kesepian untuk berjalan bersama kami, ia selalu bersiap siaga jika kesepian mulai menunjukan rupanya. Baginya kesepian hanya akan memperparah keadaan dan aku akan kehilangan keseimbangan dalam kehidupan.

bagaimanapun juga aku harus menafsirkan setiap motif, ini bukan untuk kepuasan diri atau mengisi waktu tetapi untuk masa depan. Masa dimana anak-anak manusia akan berusaha sekuat tenaga untuk menafsirkan motif ini. Usaha yang aku jalankan sekarang akan sangat bermanfaat bagi anak cucuku, sebab mereka akan dengan mudah menemukan arti dari setiap motif dan aku juga akan dengan mudah berkomunikasi dengan mereka.

Tidak ada komentar: