Rabu, 04 Agustus 2010

LELAKI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHIDANGKAN ANGGUR(C)

Ayahnya tidak menyadari bahwa Arthe telah pergi dari hadapannya, ia melupakan Arthe karena kesendirian yang begitu menyebarkan pesona dan wewangian di hadapannya. Arthe mulai melakukan pencarian Anggur dengan mengikuti petunjuk dari sang paman.yakni menempuh perjalanan ke kampung tetangga. Arthe menumpangi mobil kayu yang berumur 15 tahun. Mobil kayu yang berbunyi seperti batuk dari para kakek ini berjalan sangat lambat sehingga jarak kampung yang kira-kira 10 km ditempuh dalam waktu 3 jam.


Setibanya di kampung tetangga Arthe segera menuju ke kedai minum untuk bertanya tentang anggur yang dijual di kedai tersebut. Usaha untuk bertanya itu berujung pada kesia-saian sebab pemilik kedai tidak memberitahukan kepadanya tentang asal dari anggur tersebut. Arthe nampak kehilangan keseimbangan ketika mendengar bahwa pemilik kedai merahasiakan tempat produksi dari anggur. Arthe berencana untuk memaksa pemilik kedai agar dapat memeberitahukan kepadanya tentang temapt produksi dari anggur bahkan harus mengorbankan nyawa. Mengapa harus mengorbankan nyawa dan terjadi pemaksaan? Jika salah satu hal ini terlaksana maka Arthe akan mendapatkan persoalan baru dan usaha untuk memperoleh anggur tidak dapat terlaksana. “bukankah aku harus memperoleh anggur?” Ia mengabaikan niatnya terhadap pemilik kedai dan melanjutkan pencarian dengan bertanya kepada para pelanggan kedai. Usaha inipun berujung pada kehampaan namun ia tidak menyerah dan terus berusaha. Ketika suara magrib mulai terdengan ia memutuskan untuk menyewa penginapan agar dapat melepaskan kepenatan.

4 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ditunggu lanjutannya

catatan kecilku mengatakan...

Sulitnya mencari anggur... :)

waroeng coffee mengatakan...

imajinasinya hebat euy :)

jasmine mengatakan...

aku tunggu ya kelanjutannya ka,nice story nih