Selasa, 21 September 2010

KEMBALINYA MASA LAMPAU

Mungkin saja masa yang telah berlalu dan telah menjadi kenangan itu dapat dikembalikan lagi. Pengembalian ini adalah suatu kelangkaan, sebab waktu sangat tidak menghendaki kehadiran dari masa lampau, meskipun masa lampau tersebut berada dalam lingkaran waktu. Baginya masa lampau hanya akan memberikan gangguan dan dapat merusak tatanan kehidupan yang telah harmonis. Keharmonisan?? Keteraturan?? Bukankah realitas yang sedang berparade pada saat sekarang menunjukan ketidakharmonisan?

Masa lampau yang kini memanggilku untuk berada bersamanya, Ia hendak memberikan pelukan atau mendekapku dengan kehangatan yang langka. Berada bersamanya, aku merasakan kedekatan. Namun; apakah aku sanggup mengembalikan kelampauan?

Apapun halangannya aku harus mengembalikan masa lampau karena sebagian diriku telah berada dalam genggamamnya. Satu lagi; masa lampau telah mengikatkan dan menuliskan namaku pada catatan pribadinya.
Harus mengembalikan masa lampau.
Pada masa yang tertinggal
pada kisah yang telah tercatat
pada hari yang menyerap keringat tubuhku
dan...
pada kelampauan
aku masih merindukan kalian

Kembalinya masa lampau tidak menuntut pertanggung jawaban
kembalinya masa lampau tidak mengusik rutinitas masa kini
kembalinya masa lampau tidak mengubah tatanan kehidupan yang ada

kehadiran masa lampau hanya untuk menemuiku
kehadiran masa lampau hanya untuk berkomunikasi denganku
jadi kekinian; janganlah melihatnya dengan tatapan sinis,

2 komentar:

Senja mengatakan...

tak ada salahnya menemui masa lampau,jika tak mengubah dan mengusik ritme masa kini.

karena yg lampau bukannya sdh tertinggal dibelakang ?

cristin mengatakan...

tpi trkadng jka mmikrkan masa lampau hnya mmbuat jwaq smakin kerdil