Postingan

Menampilkan postingan dengan label KOSMOPOLITAN

ATA KIWANG DI KOTA CAHAYA

Seraut wajah menyeruak   di tengah pendar cahaya ibukota. Wajah itu, auranya menggambarkan keheningan sebuah puncak gunung yang tidak asing lagi bagi penglihatanku.            Sebelum jelaga ibukota membasuh wajah pria itu, ijinkanlah kisahku mengenalnya sebagai ata kiwang (orang kampung). Mungkin tanya segera berkeliaran. Mengapa harus memahat sang pria dengan label ata kiwang? Bukankah dirinya telah berahim cukup lama di tanah bernama metropolitan? Peduli setan dengan pertanyaan demikian. Tanya klise, picisan dan seharga gorengan yang dijajakan pedagang kaki lima.   Ok !! ata kiwang akan dikisahkan dalam kisah tentangnya.           Datang dari kampung di ujung pulau berbentuk ular pada beberapa tahun kemarin, ia hanya berbekal pengetahuan sekenanya tentang kehidupan kota seribu cahaya. Cerita seputar kehidupan Jakarta disimaknya dari orang-orang sekitar yang pernah lekat di...

MUSIM HUJAN DI KOTA BERAGAM MUSIM

Hujan tidak pernah hadir tepat waktu. Kalau ditanya jawabannya selalu sama “terjebak macet di jalan protokol.”   Di kota ini, aku akan mengunci pintu setiap musim hujan. Para tetangga selalu bertanya, “kenapa kau tak  pernah keluar kamar di saat hujan turun?” Dari musim ke musim jawaban ku tetap sama, “Hujan angkuh, sombong, dan masih terikat kebanggaan masa lalu.” Mereka bingung mendengar jawaban itu, memaksa ku untuk mengurai maksud di balik jawaban tersebut. “Bagiku, musim hujan seharusnya sadar kalau zaman sudah berubah, tidak ada lagi orang-orang yang naik kuda atau berpergian dengan jalan kaki.” Bagi para tetangga penjelasanku labil, tidak menjawab pertanyaan dan terkesan kekanak-kanakan. Walau begitu, setiap tahun mereka tidak pernah berhenti untuk bertanya kepada ku. Lantas, aku yang aneh ataukah mereka? Biarlah misteri membentangkan selimut tebalnya dan menyelebungi aku dan para tentangga. Dan jawaban ku menjadi jeda di antara kami, sebab selesai mengurai...