Postingan

Menampilkan postingan dengan label ilusi

TATANRI XVI

Menghubungkan konsensus masyarakat dengan kesendirian yang sedang kualami memang merupakan sebuah kebodohan dalam berpikir. Sangat tidak mungkin untuk kembali kepada konsensus masyarakat sebab aku sekarang berada dalam kesendirian dan telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Ditengah keadaan yang parah raga dan rupa sahabatku muncul dihadapanku, hadirnya terasa begitu nyata. Ia mengenakan baju dari bahan sutra yang dibeli oleh ayahnya ketika mengunjungi negeri tirai bambu untuk mengadakan pertemuan bisnis. Baju yang ia kenanakan itu merupakan barang berharga yang akan ia gunakan pada saat-saat yang berharga pula. Rupa sahabat yang berdiri berhadapan denganku mulai tersenyum dan menanyakan tentang keadaanku. Aku tersandar di beringin tua dengan kepala yang terkulai, sungguh aku tidak sanggup untuk meladeni pembicaraannya. Ia masih terus mengoceh dan ia menggerakan pena di sekitar wajahnya. Adanya tidak akan mengubah keadaan diri ini. Meskipun dengan cara-cara dan rayuan yang mempeso...