SELAMAT DATANG DI KOTA
“Mengapa engkau menangis sedangkan orang-orang di sekitarmu tersenyum?” Pertanyaan yang muncul dari sampingku ini mampu menghentikan air mata yang mengalir tidak beraturan . Aku tidak segera memberikan jawaban atas pertanyaan dan mencari tahu pemilik suara tersebut. A ku menyeka air mata yang membasahi wajah dan membenarkan cara duduk , agar sosok yang berada di sampingku dapat meletakan tubuhnya. Kemudian aku menyulut sebatang rokok. Setelah beberapa saat menikmati rokok, aku menoleh ke arah sosok yang memberikan pertanyaan. Ternyata seorang pengemis tua yang sedang memegang tangan seorang anak kecil. Dengan sopan aku mempersilahkan pengemis tua ini duduk di sampingku sambil menawarkan sebatang rokok kepadanya. Namun ia menolak tawaranku dan mengulangi pertanyaannya. “Mengapa engkau menangis?” “Orang tua yang aneh” umpatku dalam hati. Bagaimana mungkin ia yang belum mengenal diriku dengan baik secara tiba-tiba datang dan menanyakan persoalanku. Ini adalah sebuah kegilaan “...