Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta budaya

ATA KIWANG DI KOTA CAHAYA

Seraut wajah menyeruak   di tengah pendar cahaya ibukota. Wajah itu, auranya menggambarkan keheningan sebuah puncak gunung yang tidak asing lagi bagi penglihatanku.            Sebelum jelaga ibukota membasuh wajah pria itu, ijinkanlah kisahku mengenalnya sebagai ata kiwang (orang kampung). Mungkin tanya segera berkeliaran. Mengapa harus memahat sang pria dengan label ata kiwang? Bukankah dirinya telah berahim cukup lama di tanah bernama metropolitan? Peduli setan dengan pertanyaan demikian. Tanya klise, picisan dan seharga gorengan yang dijajakan pedagang kaki lima.   Ok !! ata kiwang akan dikisahkan dalam kisah tentangnya.           Datang dari kampung di ujung pulau berbentuk ular pada beberapa tahun kemarin, ia hanya berbekal pengetahuan sekenanya tentang kehidupan kota seribu cahaya. Cerita seputar kehidupan Jakarta disimaknya dari orang-orang sekitar yang pernah lekat di...