Postingan

Menampilkan postingan dengan label NORMA

PEREMPUAN DI LORONG WAKTU (Empat)

Dia itu perempuan bukan wanita.  Iras masih memandang potret hitam putih di kamarnya. Setiap senja, usai menghidangkan kopi bersama pisang goreng kepada ayah, pasti Iras kembali ke kamar untuk melihat wajah di bingkai itu.  Wajah perempuan yang entah kenapa tidak asing baginya. Ya, wajah perempuan bukan wanita yang tampak di sana. Sedari beradu tatap, Iras menyadari kalau sosok hitam putih di dinding kamarnya mengusik kesadarannya tentang pemaknaan perempuan dan wanita. Adalah sorot mata itu yang terus menarik Iras untuk mencari jawab perihal perbedaan antara perempuan dan wanita. Tentunya, mengganggu apalagi Iras kala itu masih kecil. Sempat, ia meminta penjelasan ayahnya. Toh hanya umpatan yang terberi.  "Anak kemarin sore mau tanya hal yang tidak penting. Lebih baik kau sapu halaman rumah dan sediakan kopi." Begitulah ayahnya 'membunuh' rasa ingin tahu Iras.  Dibungkam hanya membuat penasaran. Dan Iras terus mengaduk pikiran demi sebuah jawaban atas perta...

TATANRI XII

"kek; bagaimana mungkin kami melakukan perbuatan sekejam itu? untuk melukai saja kami tidak dapat memejamkan mata pada saat malam memanggil kami untuk dibelainya. Kami tidak setega itu membunuh sesama meskipun ia mengambil rupa hantu. Bagi kami setiap mahluk yang mendiami alam ini atau alam lain memiliki hak yang sama untuk merasakan hempasan sepoi. walaupun ia adalah hantu tetapi ia juga memiliki hak yang sama seperti kami. Dasar pemikiran inilah yang selalu kami ingat dalam perjalanan hidup." Tentu saja aku sangat marah terhadap lelaki tua ini. "Nak, jangan bertingkah seperti seorang imam yang berkotbah dengan menggunakan tema-tema kemanusian agar para pendengar mampu mencintai dan memberikan hormat atasnya. Harus kau ingat bahwa seorang imam yang berkotbah dengan tema kemanusian tanpa menyentuh realitas keseharian adalah jelmaan hantu yang terusir dari neraka karena menimbulkan kegaduhan di antara para penghuni. Kehadirannya di dunia adalah usaha untuk meluluhkan pemi...