Postingan

Menampilkan postingan dengan label sahabat

MANUSIA YANG TELAH TERIKAT DI DUNIA CERITA(B)

Di antara anak-anak yang dilahirkan dari rahim cerita, aku memperoleh kesan bahwa mereka selalu dianggap unik oleh sesamanya. Terkadang dapat dikatakan gila atau kurang waras. Aku memiliki pengalaman akan hal tersebut. Sebagian besar waktu aku habiskan dengan berkhayal, membaca, dan menuliskan cerita. Ketiga hal ini menyebabkan aku melupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang seusiaku. Bahkan aku melupakan acara makan di pagi,siang, dan malam. Awalnya aku merasa ketakutan sebab sesama akan memberikan penilaian yang negatif. Terlebih lagi dengan para sahabat yang telah bersama dalam membaca pergerakan huruf. Mereka akan meninggallan aku karena perubahan pada sikap dan tingkahku. Ketakutan akan penilaian tersebut maka aku tidak pernah memberikan diri secara menyeluruh kepada roh cerita untuk berdiam dalam diriku. Tekadang aku berusaha untuk mengusir segala cerita yang mendarat di benak dan rasa. Dengan mengusirnya aku berpikir bahwa sesama akan lebih menjalin persahabatan d...

TATANRI XX

Buku harian ini. Aku tidak dapat mengungkapkan dengan pasti dan jelas tentang perasaan terhadap buku ini. Suatu perasaan yang sangat dalam sebab kebersamaan yang telah terjalin begitu rapat. Denganya, aku bisa menempuh perjalanan ini dalam kebahagian meskipun selalu ada penderitaan yang berhilir mudik di hadapanku. Buku harian memainkan peran ganda ketika aku berhadapan dengan persoalan. Selain menjadi sahabat, ia juga berperan sebagai orang tua untuk memberikan petuah-petuah dalam mengambil dan menentukan pilihan. Peran ganda ini dilakoninya dengan sabar dan tulus. Dari buku harian, aku mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kepribadian dari sahabatku. Ia yang dalam pertemanan bersikap pasif dan lebih banyak memilih diam ini ternyata menyimpan sejuta potensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kebahagiaan dalam hidup. Dengan selalu membaca buku hariannya aku menjadi malu terhadap diri sendiri yang sering bertingkah intelektual di hadapannya. Sejak awal perkenalan aku mengambil p...

TATANRI XIV

Merunut dari perkataan sang kakek berarti adaku sama dengan ada kembang lavender ini . Mungkin lebih beruntung kembang-kembang Lavender ini sebab mereka tidak sadar akan keberadaan mereka. Sedangkan aku ? Apakah takdir telah menempatkan aku dalam keadaan seperti ini? "aku tidak mempercayai takdir ataupun nasib ataupun garis tangan atau sejenisnya. bagiku segala yang terjadi merupakan akibat dari keputusan yang telah aku lakukan pada hari kemarin." merunut perkataan sang kakek berarti takdir yang selalu dikatakan oleh para sahabatku merupakan suatu kebenaran bukan suatu kebetulan. Disini aku berusaha untuk terbebas dari perkataan kakek agar dapat berkonsentrasi dalam usaha untuk menemukan informasi mengenai sahabatku. yah.....lagi-lagi berhadapan dengan kakek yang bau tanah ini. suatu hari engkau akan mengerti tentang cerita yang aku tuturkan di sekitar sungai ini. suatu saat juga engkau akan memahami bahwa setiap kertas yang telah kau tulis mengandung sebagian dari jiwa huta...