Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kanal timur

KEHARUMAN MAWAR

“Jemput saya di jembatan kanal timur pada pukul empat petang”, itulah kalimat yang terucap dari pita suara Sendis sebelum meninggalkan Sani yang masih bergelayut di alam bayangan. Dari nada dan gaya berbicaranya dapat dipastikan bahwa Sendis tergolong dalam wanita-wanita yang dilahirkan dengan menyertakan sebagian dari keharuman mawar. Dimana keharuman mawar itu dapat memaksa para pendengarnya untuk selalu menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju untuk setiap perkataan yang terucap dari mulutnya. Keharuman mawar yang tertambat padanya akan memabukan setiap orang yang berkomunikasi dengannya. Setiap orang yang pernah berjumpa dan berkomunikasinya dengannya akan selalu mengingat dan mengenangnya. Mereka tidak akan pernah melupakan kalimat permintaan atau permohonan yang terucap dari mulutnya. Orang-orang akan merasa bersalah jika melupakan permintaan yang pernah ia ucapkan. Sendis tidak pernah menyadari bahwa ia memiliki keharuman mawar. Pikirnya, orang-orang yang menuruti perminta...