Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesendirian

LELAKI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHIDANGKAN ANGGUR(A)

Arthe berusaha untuk memberikan secangkir anggur kepada ayahnya ketika sang ayah mulai ditemanni dengan warna senja. Sebab anggur merupakan kekasih yang tidak dapat dipisahkan dari sang ayah sejak ibunya mengunakan pakaian yang ditenun oleh penenun pada saat malam. Secangkir anggur yang hendak diberikan oleh Arthe juga merupakan suatu usaha untuk mendekatkan kata pengabdian kedalam pikiran sang ayah sebab angin pagi siang telah menerbangkan kata tersebut dari kenangan sang ayah terhadap dirinya. Namun kehendak baik itu tidak akan telaksana jika Arthe masih mengijinkan wajahnya untuk ditatap oleh ayahnya dan masih merebahkan tubuh di kamar yang bersebelahan. Kedekatan yang diusahakan oleh Arthe ini semakin mengurangi ketertarikan dari sang ayah terhadap dirinya dan membangunkan kebencian yang sedang tertidur lelap. Ada juga air mata yang menyibak retina sehingga wajah keriput itu hilang kecerahannya. Jika Arthe hendak memberikan anggur maka ia harus menyembunyikan wajahnya dar...

TATANRI XVI

Menghubungkan konsensus masyarakat dengan kesendirian yang sedang kualami memang merupakan sebuah kebodohan dalam berpikir. Sangat tidak mungkin untuk kembali kepada konsensus masyarakat sebab aku sekarang berada dalam kesendirian dan telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Ditengah keadaan yang parah raga dan rupa sahabatku muncul dihadapanku, hadirnya terasa begitu nyata. Ia mengenakan baju dari bahan sutra yang dibeli oleh ayahnya ketika mengunjungi negeri tirai bambu untuk mengadakan pertemuan bisnis. Baju yang ia kenanakan itu merupakan barang berharga yang akan ia gunakan pada saat-saat yang berharga pula. Rupa sahabat yang berdiri berhadapan denganku mulai tersenyum dan menanyakan tentang keadaanku. Aku tersandar di beringin tua dengan kepala yang terkulai, sungguh aku tidak sanggup untuk meladeni pembicaraannya. Ia masih terus mengoceh dan ia menggerakan pena di sekitar wajahnya. Adanya tidak akan mengubah keadaan diri ini. Meskipun dengan cara-cara dan rayuan yang mempeso...

TATANRI XV

Sekarang aku sedang menempuh kesenyapan, bertemankan buku harian yang ia titipkan sebelum kepergian dan s udah lima hari aku meninggalkan dia, entah sampai kapan aku akan kembali padanya, segalanya masih dalam tanda tanya yang besar. Sahabatku mungkin sangat sibuk dengan buku hariannya sehingga keberangkatanku tidak disertai dengan pelukan perpisahan. Apakah aku harus mengemis untuk mendapatkan sebuah pelukan? Haruskah keberangkatan dirayakan dengan sebuah pelukan? Layakkah perpisahan disertai dengan kehadiran orang-orang yang akan menyerukan petuah-petuah untuk perjalanan? Secara konsensus masyarakat maka pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dibenarkan. Namun aku tidak suka dengan kesepakatan umum dari masyarakat. Bagiku, mengikuti sebuah konsensus sama dengan seekor kerbau yang dicocok hidungnya. Ketidakikutsertaan dalam sebuah konsensus tidak menjadikan aku sebagai manusia yang terasing dari masyarakat, tetapi menjadikan aku lebih mendalami parade di kehidupan ini. Masyarakat yang s...