Postingan

Menampilkan postingan dengan label mimpi

PEREMPUAN DI LORONG WAKTU (dua)

Gambar
Iras terbelenggu tatapan sang perempuan dalam potret hitam putih. Melupakan! Hanyalah usaha menabur benih di atas awan. Dalam kondisi ini pula, membuang bingkai atau memindahkan ke tempat lain pun tak sanggup   melumerkan tatapan yang telah bercokol di relung raganya.  Kenapa Iras tidak meluangkan secuil waktu untuk bercakap dengan perempuan hitam putih itu? Mengapa pula dirinya harus takut terhadap penilaian sang ayah dan kakaknya?  Sejatinya, Iras ingin berbicara empat mata. Jauh sebelum sepasang bola mata itu meminta, dirinya selalu berharap memiliki kesempatan untuk berbagi cerita. Saat kantuk memilin, Iris pun berdoa agar perempuan itu hadir di sana.  Ada pada mimpi, begitulah Iras mendaraskan doanya. Tapi kian didaraskan kian pula dirinya dibuat dibuat kecewa.   Sang perempuan   belum sekalipun menemui dirinya dalam mimpi.   Entah Iras yang salah berdoa ataukah doanya masih berada dalam daftar tunggu?  Hampir...

KEMBALINYA MASA LAMPAU

Ada yang bilang bahwa kembalinya masa lampau akan menimbulkan kesakitan, ada juga yang mengatakan bahwa kembalinya masa lampau akan membantu kita untuk merefleksikannya. Yah.....kembalinya masa lampau tentu memiliki dua sisi di atas, dengan keberadaan masa lampau pada masa kini sanggup untuk menetaskan mimpi yang masih berkelana di tapal batas. Eh....ia bukan menetaskan tetapi merealisasikan mimpi yang sedang menunggu dalam kesabaran. Kisah tentang kembalinya masa lampau menceritakan tentang rasa yang bergandeng dengan mimpi, keduanya begitu layaknya sepasang kekasih yang berada dalam semangat untuk berpelukan, memang kisah tentang kembalinya masa lampau juga berhubungan langsung deng an rasa dari pria dan wanita. Ini tentang cinta, ini tentang kasih, ini tentang kemesraan, dan ini tentang kesetiaan. Kembalinya masa lampau tidak menuntut untuk diperhatikan secara khusus, keberadaan masa lampau dalam genggaman masa kini juga tidak pernah mengharapkan agar dicurahkan waktu sepenuhnya. Ke...

AKU YANG DICINTAI OLEH ABJAD(part 1)

( cerita ini berkisah tentang diriku. Dimana aku pagi, siang dan malam selalu memimpikan untuk menjadi seorang penulis) Di balik selimut hijau engkau terlelap dengan senyuman, rambut ikalmu terurai dan menyerap aroma malam yang bertebaran bersama angin yang dihasilkan oleh kipas listrik. Tidur malammu menyiratkan kisah yang menghendaki agar dituturkan pada keseharian. Kisah yang tergambar pada keriput wajah yang engkau samarkan dengan menggunakan kosmetik. Begitu cepat engkau menarik diri dari perputaran hari namun kesehariaan tidak pernah melupakan cerita yang telah sematkan padanya, seperti pagi pergi ke dalam lingkaran siang. Dalam tidur yang memanggil ragamu ternyata ada cerita yang bergerak sambil berusaha untuk membebaskan diri dari belenggu selimut hijau. Aku yang duduk sambil memperhatikannya tidak mampu untuk bertutur dengannya sebab dia hanyalah gerakan dan tidak memiliki raga. Ternyata cerita yang kau sematkan tidak hanya tergambar di wajahmu tetapi meliputi seluruh t...

TATANRI XVI

Menghubungkan konsensus masyarakat dengan kesendirian yang sedang kualami memang merupakan sebuah kebodohan dalam berpikir. Sangat tidak mungkin untuk kembali kepada konsensus masyarakat sebab aku sekarang berada dalam kesendirian dan telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Ditengah keadaan yang parah raga dan rupa sahabatku muncul dihadapanku, hadirnya terasa begitu nyata. Ia mengenakan baju dari bahan sutra yang dibeli oleh ayahnya ketika mengunjungi negeri tirai bambu untuk mengadakan pertemuan bisnis. Baju yang ia kenanakan itu merupakan barang berharga yang akan ia gunakan pada saat-saat yang berharga pula. Rupa sahabat yang berdiri berhadapan denganku mulai tersenyum dan menanyakan tentang keadaanku. Aku tersandar di beringin tua dengan kepala yang terkulai, sungguh aku tidak sanggup untuk meladeni pembicaraannya. Ia masih terus mengoceh dan ia menggerakan pena di sekitar wajahnya. Adanya tidak akan mengubah keadaan diri ini. Meskipun dengan cara-cara dan rayuan yang mempeso...