N-I-R-K-A-F-E SEKITAR PUKUL 18.00
“Romantika merupakan buah dari perkawinan cinta dan rasa.” Itulah, kalimat yang kau sampaikan di saat kita pertama kali bertemu di kafe ini. Sebuah kafe yang jauh dari keramaian kota. Kafe yang hanya menyediakan minuman dingin. Apakah ini layak dinamakan kafe? Tentu saja tidak! Tapi kita sepakat menasbihkan tempat ini sebagai kafe. Nama yang dipilih untuk kafe ciptaan kita pun unik dan terbilang langka. N-I-R-K-A-F-E. Bagi yang memahami bahasa indonesia dengan baik dan benar pasti langsung menyimpulkan kalau sesungguhnya tempat ini bukanlah sebuah kafe. Biarkanlah mereka bebas berkesimpulan tentang nama kafe pertemuan kita, sebab kesimpulan mereka tidak mengurangi keakraban yang mulai kita tenun. Sang pemilik kafe N-I-R-K-A-F-E ini juga tidak tahu menahu tentang nama yang disematkan pada tempatnya. Baginya sudah cukup berarti ada orang yang mau singgah dan memesan minuman dingin yang diletakan sembarangan di sebuah kulkas dua pintu. Aku jamin, dia tidak akan marah...