ULANG TAHUN AYAH
Aku tersadar dari lamunan tentang ayah ketika telepon gengam buatan Nokia bergetar sambil mengalungkan lagu Bintang Hidupku. Dengan segera aku menekan tombol penjawab kemudian mengucapkan salam pembuka kepada suara yang berada di dalam telepon tersebut. Ketika suara itu membalasnya dengan menggunakan kata yang sama, aku hanya bisa terdiam. Suara itu membekukan kalimat yang hendak ku lanjuti, suara itu memiliki kekuatan seperti yang dipergunakan oleh para lector dalam novel Libri di Luca karya Mikkel Birkegaard. Aku hanya bisa mendengarkan semua kalimat yang diucapkannya, tidak ada sanggahan maupun kritik terhada seganap ucapannya. Suara dari seberang yang melumpuhkan kekuatanku untuk menciptakan beberapa kalimat. “Roni! Hari ini ayah merayakan ulang tahun. Apakah kau sudah mempersembahkan doa untuk ayah?” Aku hanya bisa terdiam, batinku mulai bercucuran air mata. Kucoba untuk menghapus air mata tersebut namun batin tidak juga menghentikan aktifitasnya. “Roni! Hari ini...