Postingan

Menampilkan postingan dengan label SENI

ULANG TAHUN AYAH

Aku tersadar dari lamunan tentang ayah ketika telepon gengam buatan Nokia bergetar sambil mengalungkan lagu Bintang Hidupku. Dengan segera aku menekan tombol penjawab kemudian mengucapkan salam pembuka kepada suara yang berada di dalam telepon tersebut. Ketika suara itu membalasnya dengan menggunakan kata yang sama, aku hanya bisa terdiam. Suara itu membekukan kalimat yang hendak ku lanjuti, suara itu memiliki kekuatan seperti yang dipergunakan oleh para lector dalam novel Libri di Luca karya Mikkel Birkegaard. Aku hanya bisa mendengarkan semua kalimat yang diucapkannya, tidak ada sanggahan maupun kritik terhada seganap ucapannya. Suara dari seberang yang melumpuhkan kekuatanku untuk menciptakan beberapa kalimat. “Roni! Hari ini ayah merayakan ulang tahun. Apakah kau sudah mempersembahkan doa untuk ayah?” Aku hanya bisa terdiam, batinku mulai bercucuran air mata. Kucoba untuk menghapus air mata tersebut namun batin tidak juga menghentikan aktifitasnya. “Roni! Hari ini...

LELAKI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHIDANGKAN ANGGUR(I)

Arthe rindu akan wajah ayah ketika duduk di beranda rumah, dengan tatapan yang tajam mengarah ke depan. Entah ke arah halaman atau ke jalanan. Dengan wajah yang berseri namun terkadang agak kusam. "Ayah.......Maafkanlah aku yang pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan" Arthe kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaan membersihkan perlengkapan makan dan minum. Ia meninggalkan ibu marti yang sedang berjalan-jalan di halaman rumah. Perlengkapan makan yang kotor menumpuk, sebuah pemandangan yang mengingatkan Arthe akan tsunami yang mencium desanya pada beberapa tahun yang lalu. Dimana keteraturan yang telah menampakan senyum sumringah di halaman-halaman dan jalanan di desanya, dalam sekejap saja menghilang. Tsunami juga yang meletakan sebuah kursi di beranda rumahnya, yang sejak saat itu diduduki oleh ayahnya dari pagi sampai petang. Arthe tidak segera membersihkan perlengkapan makan tersebut, ia beranjak ke ruang tengah sambil terus memikirkan tentang perbuatan ts...

KETIKA AKU MENULIS TENTANGMU

Selama ini aku tidak pernah memperoleh kesulitan dalam menuliskan cerita. Namun cerita Lelaki Tua Dengan Kail dan Cangkul sungguh menyiksaku. Aku benar-benar mengalami kesulitan yang besar dalam menemukan abjad pertama untuk kisahnya. Pernah kutemukan abjad pertama dan berkembang menjadi lima paragraph tetapi akhirnya aku menemukan kesulitan untuk melanjutkannya. Apakah aku telah ditinggalkan oleh roh dari abjad? Aku menemukan kesulitan yang sangat besar untuk memulai kisah tentang Lelaki Tua Dengan Kail dan Cangkul . Dimana aku tidak menemukan abjad pertama untuk membuka kisah ini. Aku merasakan ketidakmampuan layaknya seorang penulis pemula yang hendak menuliskan cerita pertamanya. Aku mencoba untuk menghentikan aktifitas untuk memikirkan kisah ini sambil mendengarkan lagu Bintang Hidupku yang dinyanyikan oleh Ipank, berharap agar syairnya memberikan inspirasi namun abjad pertama juga belum muncul dalam nalarku. Aku juga membaca buku Stephen King On The Wr...

TATANRI XXV

Aku harus menafsirkan motif yang tertera di dinding-dinding rumah, aku sadar bahwa ini merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah dan gampang. Apalagi aku tidak memiliki pengetahuan yang cukup seputar motif-motif tersebut. Dari bentuk sampai kepada pesan yang berada dibaliknya. Biar bagaimanapun aku harus menafsirkan motif-motif tersebut, ini untuk masa tabungan masa depan anak dan cucuku. Satu keyakinan yang selalu kupegang, segala sesuatu tidak semudah yang dibayangkan. Untuk berjalanpun kita harus melewati beberapa fase atau tahap.OKE.......aku mulai menafsirkannya, tetapi tidak dengan segera melakukannya. pertama-tama harus mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan digunakan dalam menafsirkan motif-motif tersebut.Pertama: mengunjungi beberapa tetua atau sesepuh yang berada di sekitar rumah ini untuk menanyakan beberapa persoalan yang berhubunga dengan motif-motif ini(cara pembuatannya, bahan-bahan yang dibtuhkan dalam mengerjakannya, dan lain-lain). Bukankah para tetua atau ...

SEBELUM TENGAH MALAM

Aha...........aku menemukan awal dari cerita mengenai Neshi. Ayahnya meninggal bukan karena penyakit atau kecelakaan tetapi memenuhi syarat yang diajukan oleh paranormal. Menurut kabar yang beredar, diceritakan bahwa ayahnya meninggal karena demam yang berkepanjangan yang tidak diketahui penyebabnya. Dari cerita-cerita tersebut orang-orang mulai menarik berbagai kesimpulan; ia meninggal karena terkena kutukan dari nenek moyang karena telah menebang salah satu pohon bambu di hutan keramat, ia meninggal karena mengeluarkan kata-kata jorok ketika melewati kuburan. dan lain-lain. Namun ayahnya tidak pernah menceritakan kepada ibunya tentang sejarah kehadiran Neshi sehingga ibunya menganggap kelahirannya sebagai sesuatu yang normal. Neshi dilahirkan dengan membawa serta sebuah batu berwarna merah jambu, sampai sekarang batu itu disimpan oleh ibunya. Pernah ibunya menanyakan perihal batu tersebut kepada orang pintar namun tidak ada yang tahu mengenai kegunaan batu merah jambu...

SEBELUM TENGAH MALAM

Aku harus memberinya nama, bila perlu mempertegasnya dengan menambahkan marga dan lain-lainya. Aku sadar tentang ketidakadilan yang merayap perlahan-lahan di sekitar tulisanku, dimana aku dengan sadar memberi nama pada sebuah ketidaknormalan. Jika para pembacaku kecewa(mereka memang layak untuk memiliki perasaan tersebut sebab mereka hadir secara normal), aku harus tetap menuliskannya. Oke........ Tokoh kita ini bernama Nisa Ganeshi Praditati, namun lebih dikenal dengan Neshi. Kehadirannya menimbulkan berbagai persoalan di tengah keluarga, dmana sang ayah yang menghendaki keberadaannya telah pergi untuk selamanya. Aku cukup bingung untuk memulai kisah tentang Neshi. Kira-kira dari mana mengawalinya. Ahhh......sangat bingung untuk menuliskan cerita ini, jangan-jangan pengaruh dari mantra yang ada dalam skenario tersebut? Paranormal sialan! mantra bedebah! Sabarlah! Aku tidak mungkin meniggalkan cerita ini, aku tidak akan menyerah pada mantra ataupun jampi-jampi yang disi...

SEBELUM TENGAH MALAM

Aku bilang tokoh ini dapat hidup karena diciptakan oleh sebuah skenario film yang telah ditulis ayahnya. Memang ayahnya telah meninggal sebelum melihat ia bersama tali pusatnya. Tokoh ini juga berhasil hadir sebab skenario bapaknya telah diberi mantra oleh paranormal. Kehadirannya memang sebuah kesengajaan-tapi bukan kesengajaan seperti aku dihadirkan-lebih tepat jika ia diciptakan oleh bapaknya. Memang semua diciptakan oleh bapaknya juga oleh ibunya tetapi tokoh kita ini diciptakan secara tidak normal. Kalian pasti mengerti maksud saya, jadi tidak perlu saya bertele-tele menjelaskannya. Hal itu hanya akan menambah panjang baris-baris tulisan, yang tentunya kalian juga akan bosa membacanya. Aku bilang begitu karena banyak orang sangat sulit untuk membaca, bukan karena buta huruf loh........biarlah kalian menebaknya. aku takut salah jika menuliskannya. Baiklah; kita langsung masuk ke tokoh yang telah dideskripsikan di atas. Ia dilahirkan hanya atas kehendak dari ayahny...

MAAFKANLAH AKU YANG MELUPAKAN MU

Sudah 12 purnama kita hanya saling mendengar kabar dari kejauhan, tidak lagi kurasakan dinginya air kolam kotor mu yang dihuni oleh ikan-ikan air tawar, dari beberapa jenis ikan aku hanya mengetahu ikan patin(inipun kalau aku tidak salah). Sudah begitu lama kita tidak saling berbagi tentang cerita harian, aku merindukanmu, merindukan segala yang pernah kau torehkan pada sepenggal kebersamaan kita. Kita berpisah bukan karena ketidaksukaan padaku terhadap kelakuanmu, kita berisah bukan juga atas omelan yang sering kau lontarkan, kita berpisah karena aku takut akan melukaimu, memerahkan kulitmu saja aku sudah tak sanggup.Meskipun demikian aku selalu merindukanmu. Maafkanlah aku yang tidak memberikan ucapan pada hari kelahiranmu. Ini bukan sebuah kesengajaan tetapi ketidaktahuanku dan kelupaan terhadap harimu. Tolong maafkan aku. Kepada sekalian yang telah menyusuiku kala aku masih balita, kepadamu hanya ada kata maaf dan terima kasih karena aku tak sanggup membalas semua ja...

LELAKI YANG BERUSAHA MENGHIDANGKAN ANGGUR (H)

"Bagaimana mungkin anak ini dapat melakukan kegiatan layaknya seorang pemilik atau pembantu rumah?" Ibu Marti yang terkaget menyaksikan pemandangan langka di rumahnya, hanya berdiri dengan keheranan. Hal seperti yang dilakukan oleh Arthe dipandang sebagai kegiatan yang aneh. Seorang tamu yang diajak menumpang di rumahnya dapat bangun pada pagi-pagi buta dan melakukan pekerjaan rumahan. "Nak, biarkanlah peralatan makan itu dibersihkan oleh para pembantu dan anak wanita!" "Minta maaf bu, saya telah menimbulkan keributan sehingga membangunkan ibu. Mungkin ibu marah karena tingkahku, tapi kebiasaan ini telah tertanam kuat dala diriku!" Ibu Marti mengajak Arthe keluar dari dapur dan berjalan ke arah depan rumah. Di serambi mereka duduk di atas kursi rotan yang dipenuhi dengan titik embun. Arthe menuju ke dalam rumah untuk mengambil kain agar dapat menyingkirkan titik embun yang sedang tertidur di atas kursi sebelum titik-titik embun itu berkeluh dan mengeluarka...

KEMBALINYA MASA LAMPAU

Ada yang bilang bahwa kembalinya masa lampau akan menimbulkan kesakitan, ada juga yang mengatakan bahwa kembalinya masa lampau akan membantu kita untuk merefleksikannya. Yah.....kembalinya masa lampau tentu memiliki dua sisi di atas, dengan keberadaan masa lampau pada masa kini sanggup untuk menetaskan mimpi yang masih berkelana di tapal batas. Eh....ia bukan menetaskan tetapi merealisasikan mimpi yang sedang menunggu dalam kesabaran. Kisah tentang kembalinya masa lampau menceritakan tentang rasa yang bergandeng dengan mimpi, keduanya begitu layaknya sepasang kekasih yang berada dalam semangat untuk berpelukan, memang kisah tentang kembalinya masa lampau juga berhubungan langsung deng an rasa dari pria dan wanita. Ini tentang cinta, ini tentang kasih, ini tentang kemesraan, dan ini tentang kesetiaan. Kembalinya masa lampau tidak menuntut untuk diperhatikan secara khusus, keberadaan masa lampau dalam genggaman masa kini juga tidak pernah mengharapkan agar dicurahkan waktu sepenuhnya. Ke...

GADIS BERKALUNG KERANG(C)

Gadis berkalung kerang masih mengitari lembah, bola matanya begitu liar dan ekspresi wajahnya seperti seorang anak kecil yang terjebak di dalam gua. Sorot matanya mengungkapkan ketakutan dan memohon pertologan dari siapa saja yang dijumpainya. Aku mengikutinya dan memperhatikan dengan saksama setiap gerak tubuh yang dimunculkannya. Dari kejadian ini aku mengambil kesimpulan sementara bahwa gadis ini dikorbankan untuk penjaga lembah ini. Sungguh suatu fenomena yang langka dalam peradaban ini, dimana cerita mitos, legenda dan sahabat-sahabatnya hanyalah kebelakaan. Mungkin ini tidak berlaku bagi masyarakat yang berpegang teguh pada kebiasaan leluhur, mereka menolak setiap wajah dari peradaban dan selalu berusaha untuk menjauhinya. Kembali kepada persoalan si gadis; Ia masih berjalan di lembah dengan wajah yang tidak berubah namun tidak ada tanda-tanda akan adanya penjaga hutan yang muncul untuk menyantap sesajen yang disiapkan. Bagaiamana mungkin kalimat dapat dituliskan di sekitar wa...

LELAKI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHIDANGAKAN ANGGUR (G)

Arthe terlelap dengan menenakan pakaian yang telah berhari-hari membungkus tubuhnya, hal ini sangat kontras dengan selimut yang juga membungkus tubuhnya. Arthe menggunakan selimut karena udara yang dingin. Mungkin selimut merasa terganggu dengan bau tubuh Arthe(sesuatu yang tidak mungkin) Panggilan dari ibu Marti tidak didengar oleh Arthe sehingga ibu Marti mencurigai keberadaan dari Arthe di dalam rumahnya dan menyesal telah mengundang Arthe untuk menginap di rumahnya. Sangat jarang ibu Marti mengundang tamu untuk menginap di rumahnya, sesampainya ia mengudang Arthe ke rumahnya disebabkan oleh nasihat dari seorang ibu yang tanpa sengaja menabraknya di pasar. Arthe terlelap sampai pagi menghampirinya, ia segera membersihkan diri dan menuju ke dapur untuk memanaskan air agar dapat digunakan untuk menyeduh kopi. Dapur dalam keadaan sunyi padahal kokok ayam sudah tidak terdengar, sembari menunggu airnya panas Arthe membersihkan semua perabotan makan dan masak yang berserakan di tempat cuc...

TATANRI XXIV

Mampukah kesendiran menafsirkan setiap motif yang tergambar di dinding, ditambah dengan bayangan sahabatku yang juga menyatu dengan motif-motif tersebut. Tidak ada yang dapat diajak untuk berdiskusi, tidak ada yang berkunjung atau meminta sesuatu pada rumah ini. Keberadaan kami tidak didaftar dalam buku induk di kantor desa, mungkin seksi tata desa tidak memetakan rumah ini. Bagaimana bertahan daalm keadaan ini? Sahabat yang menjadi lawan bicara sekaligus partner yang cocok dalam segal hal telah pergi dan hanya menyisahkan bayangan yang melekat dengan motif-motif di dinding rumah. Alasan dari kepergiannyapun tidak dikatakan dengan jelas, ia hanya berpesan bahwa setiap subuh aku harus berhasil untuk menafsirkan salah satu motif. Menafsirkan motif merupakan pekerjaan yang sangat berat sebab motif tersebut berjumlah ribuan dan satu motif dilukis dengan beberapa cara yang berbeda dan warna yang berbeda pula. Sehingga satu motif bisa menghasilkan lebih dari 20 lukisan. kesendirian tidak men...

GADIS BERKALUNG KERANG (B)

Kalung kerang sebagai tanda dari sang bidadari bahwa Gadis tersebut harus diperuntukan baginya, disini; kepemilikan berarti sang gadis harus melanjutkan tugas dari sang bidadari untuk menjaga lembah Rosienly. Dengan demikian keseharian sang Gadis akan berada di lembah tersebut Aku semakin tertarik dengan kisah sang gadis dan berusaha untuk mengupas tuntas kisah dari sang gadis. Untuk ini, aku harus melepaskan semua pesona yang selama ini ditimbulkan oleh indra. Meninggalkan juga semua kesibukan sebagai manusia, tentu akan menciptakan suatu keterasingan terhadap diri. Mampukah aku menanggalkannya? Lembah dengan keharuman anyelir dan bakung Lembah dengan seribu jenis musik yang diperdengarkan oleh angin Lembah dengan wajah bidadari terahkir yang terpampang di dedaunan Lembah dengan gadis berkalung kerang yang selalu memanggil kesenyapan Yah...........lembah Rosienly Aku belum menemukan keterpaduan antara cerita mengenai bidadari yang menjelma menjadi lembah dan gadis berkalung kerang....

TATANRI XXIII

Motif yang dihasilkan tidak dipandang sebagai manifestasi dari para roh maupun arwah leluhur yang berusaha untuk berada dekat dengan anak-cucunya. Motif yang dihasilkan juga merupakan bahasa yang digunakan oleh para leluhur untuk berkomunikasi dengan anak-cucunya. Motif tidak mendapat tempat yang layak dalam masyarakat, ia hanya dilihat sebagai karya seni belaka. Tidak adanya penghargaan terhadap motif disebabkan oleh gaya hidup masyarakat telah dikuasai oleh hantu-hantu dari dunia lain. Dengan kepergian para penenun; masihkah ada harapan bagi para leluhur untuk berkomunikasi dengan anak-cucunya? Rumah yang ditinggalkan oleh para penenun juga dilihat sebagai rumah hantu sehingga kami yang menempati rumah tersebut memperoleh perlakuan yang buruk dari masyarakat. Bahkan ada larangan untuk bergaul atau bertegur-sapa dengan kami. Hanya seorang kakek yang merelakan kami untuk menyapa dan berkunjung ke rumahnya. Sekarang sahabatku telah pergi, meninggalkan bayangannya di antara motif-motif y...

BAYANGAN DAN WAKTU YANG BERHENTI

Matraman yang bercecok Berhentinya waktu di terik yang menusuk tanpa ada persetujuan dari lingkungan hanya bayangan yang berkelebat masih pada waktu yang berhenti kecoak bergerak lamban di antara tumpukan sampah sementara itu..... keadaan terus diliputi kebingungan hanya bayangan yang berkelabat pada waktu yang berhenti dentuman gendang membias di kepekatan malam menerobos labirin yang rapuh sehingga..... hanya bayangan yang berkelebat sudahilah waktu yang berhenti sehingga; keadaan menemukan kenormalan dan; lingkungan mampu berceramah ah..... bayangan dan waktu yang berhenti sudahilah......

PENARI SENJA

Rencana untuk meninggalkan kampung pada saat bulan berwarna coklat bertujuan agar para penduduk tidak dapat mengadakan ritual. Tentu akan menyebabkan kekacauan yang amat sangat apalagi ritual ini sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, ritual ini juga merupakan waktu untuk mengambil keputusan-keputusan peting dalam kehidupan bersama. Bahwa ada isu yang beredar, dimana para tetua kampung akan mengambil keputusan untuk menghukum para penari senja karena telah mengadakan perkumpulan dan pertemuan secara rahasia. perkumpulan ini diketahui oleh para tetua karena salah seorang anggota penari senja yang kalah dalam pemilihan ketua. Akibat sakit hati, ia membocorkan perkumpulan rahasia tersebut kepada para tetua namun mengenai rencana untuk meninggalkan kampung pada saat bulan berwarna coklat tidak diketahui olehnya. Suatu kebetulan, dimana para penari senja mengetahui bahwa perkumpulan mereka telah diketahui oleh para tetau. Salah seorang penari senja mendengar percakapan dari sa...

MAGHRIB BERSETERU

Matraman; saat suara beduk tak dihiraukan Tidak ada kicau dari belimbing tua seketika raungan kucing di bungkam tikus yang berseliweran hanyalah tontonan para gelandangan yah.....maghrib membungkam suara beduk piring-piring kotor berserakan tetesan air dari tempat cuci begitu dikucilkan yah... maghrib membungkam suara beduk tidak ada kemanusian di tepi rumah keributan meninabobokan kesenyapan kalau saja; ubin-ubin putih berkeluh-tentu akan ada air mata di sela-selanya yah.... maghrib membungkam suara beduk adakah nyala neon menyerap kalimat-kalimat? masihkah dinding batu menampakan kecerahan? atau... cat kusamvbersetubuh dengan lingkungan? yah.... maghrib membungkam suara beduk mencoba untuk masuk kedalam lingkaran memilah duri-duri mawar untuk ditancapkan pada sebatang rokok mampukah suara beduk terdengar? karena; keributan maghrib berhamburan tak arah yah...... maghrib membungkam suara beduk adakah tetesan air melubangi ubin? yah.....maghrib tak mampu memperdengarkan nyanyiannya dan....

KEMBALINYA MASA LAMPAU

Mungkin saja masa yang telah berlalu dan telah menjadi kenangan itu dapat dikembalikan lagi. Pengembalian ini adalah suatu kelangkaan, sebab waktu sangat tidak menghendaki kehadiran dari masa lampau, meskipun masa lampau tersebut berada dalam lingkaran waktu. Baginya masa lampau hanya akan memberikan gangguan dan dapat merusak tatanan kehidupan yang telah harmonis. Keharmonisan?? Keteraturan?? Bukankah realitas yang sedang berparade pada saat sekarang menunjukan ketidakharmonisan? Masa lampau yang kini memanggilku untuk berada bersamanya, Ia hendak memberikan pelukan atau mendekapku dengan kehangatan yang langka. Berada bersamanya, aku merasakan kedekatan. Namun; apakah aku sanggup mengembalikan kelampauan? Apapun halangannya aku harus mengembalikan masa lampau karena sebagian diriku telah berada dalam genggamamnya. Satu lagi; masa lampau telah mengikatkan dan menuliskan namaku pada catatan pribadinya. Harus mengembalikan masa lampau. Pada masa yang tertinggal pada kisah yang telah ter...

TATANRI XXII

Kami tinggal di rumah yang dibangun oleh para penenun untuk berkumpul dan menciptakan motif bagi kain yang akan dihasilkan. Bangunan yang dipenuhi oleh motif-motif, mulai dari gambar hewan,tumbuhan, sampai pada gambar yang tidak dapat ditangkap oleh nalar seorang nelayan. Motif-motif yang terpajang di dinding bangunan ini memberikan dua kesan bagi yang pertama kali menatapnya. Tetapi harus dibedakan mengenai orang-orang yang melihat motif tersebut. Pertama: manusia yang secara pengetahuan dan rasa telah terikat dengan motif-motif tersebut. Golongan ini yang menatap motif/gambar sebagai bahan yang dapat diselidiki dan ditelusuri. Kelompok ini sanggup untuk menerawang ke relung terdalam dari setiap motif, mereka juga memiliki kemampuan untuk memberikan "kehidupan" pada motif tersebut. Motif; dihadapan kelompok ini adalah akses untuk masuk ke masa lampau. Motif juga merupakan manifestasi dari kaum terdahulu sehingga pada motif tersebut kaum terdahulu tetap hidup. Sedangkan ada...