Postingan

Menampilkan postingan dengan label masyarakat

TATANRI XV

Sekarang aku sedang menempuh kesenyapan, bertemankan buku harian yang ia titipkan sebelum kepergian dan s udah lima hari aku meninggalkan dia, entah sampai kapan aku akan kembali padanya, segalanya masih dalam tanda tanya yang besar. Sahabatku mungkin sangat sibuk dengan buku hariannya sehingga keberangkatanku tidak disertai dengan pelukan perpisahan. Apakah aku harus mengemis untuk mendapatkan sebuah pelukan? Haruskah keberangkatan dirayakan dengan sebuah pelukan? Layakkah perpisahan disertai dengan kehadiran orang-orang yang akan menyerukan petuah-petuah untuk perjalanan? Secara konsensus masyarakat maka pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dibenarkan. Namun aku tidak suka dengan kesepakatan umum dari masyarakat. Bagiku, mengikuti sebuah konsensus sama dengan seekor kerbau yang dicocok hidungnya. Ketidakikutsertaan dalam sebuah konsensus tidak menjadikan aku sebagai manusia yang terasing dari masyarakat, tetapi menjadikan aku lebih mendalami parade di kehidupan ini. Masyarakat yang s...