Kamis, 06 Mei 2010

KAMAR 21

kami adalah sepasang kekasih yang hadir dalam waktu dan situasi yang sama
kami adalah pribadi yang lahir untuk membicarakan kisah angin timur dan angin barat
aku adalah merah dan dia adalah merah
aku adalah pagi dan dia adalah pagi.

Segalanya akan terpatri pada malam-malamku dan tidak menghilang meskipun ingatan meninggalkan aku. Dia adalah jiwa keduanya, darinya kutemukan arti dari nyanyian cemara. Aku selalu bersimpuh padanya kala suara burung hantu membuyarkan doa malamku. Padanya segala kegelisahan yang menggelayut di siang akan terhapuskan dan ia mampu memberikan keindahan pada mimpi malam. Dalam keharmonisan yang terjalin di antara kami ternyata ada badai yang bersembunyi di balik kecerahan warna pelangi. awalnya begini;
"tanggalkan penudung itu dan cabiklah cadar yang menutup wajahmu sebab aku tidak dapat melihat wajahmu meskipun cahaya begitu temaram"
"Apakah aku mengenakannya? jujur; aku tidak pernah menggunakan penudung maupun cadar untuk menutupi wajahku. Apakah hanya canda darimu untuk menyambut kehadiranku?"
Dengan kemarahan engkau berkata"sudah butakah engkau, lihatlah dirimu yang bagiku seperti para tirani". Aku hanya terdiam dan bertanya dalam hati, engkau masih melanjutkan amarahmu dengan mengatakan bahwa aku bukan lagi merah dan engkau sangat menyesal akan kenyataan ini.
"Bukankah kita adalah sepasang kekasih yang hadir dalam waktu dan situasi yang sama?"
Ia menanggapi pernyataanku "dapatkah salju yang berada di puncak gunung dapat bersatu dengan samudra?"
"Tentu saja mereka dapat bersatu;salju yang berada di puncak gunung akan mencair kemudian mengalir melalui sungai dimana salju yang telah mencair itu bergabung bersama aliran air dan mengalir menuju samudra" jawabanku atas pernyataannya memnyebabkan ia mulai berpikir. ia menatapku lekat-lekat sembari berkata"memang salju yang telah mencair tersebut akan mengalir menuju ke samudra tetapi samudra tidak menerimanya sebab salju yang telah mencair tersebut akan membekukan sebagian dari samudra". aku menyelanya"argumen dan pengandaianmu sangat lemah, aku dapat memberimu label sebagai sosok yang egois".
"jangan secepat itu menarik kesimpulan atas pernyataan seseorang,aku akan memberikanmu penjelasan yang lebih terperinci agar nalarmu mampu untuk mencerna...(bersambung)

Tidak ada komentar: