Senin, 17 Mei 2010

KAMAR 21

kehilangan keseimbangan pada nalarnya. membantunya untuk melepaskan ikatan yang melilit di tubuhnya padahal ia berada dalam suatu keterbebasan.
"Carlo, dapatkah engkau membantuku untuk melepaskan ikatan yang melilit di tubuh ini?"
"mana mungkin aku melepaskan ikatan sementara engaku tidak berada keterikatan?"
"haruskah kita kembali memperdebatkan kalimat yang terucap dari bibirku, ikuti saja perintahku" ia terlihat begitu kecewa dengan sikap yang kutunjukan
"aku akan mengikuti perintahmu tetapi berikanlah penjelasan tentang ketebelenguanmu agar aku mampu memahami bahwa engkau sedang dalam keterbelengguan.Jujur,aku tidak melihat bahwa engkau sedang terikat"
"sahabatku yang mampu mengawani setiap abjad yang berceceran pada siang dan malam,ketika engkau mengucapkan bahwa aku tidak terikat berarti engkau menambah satu lagi ikatan pada tubuh ini. Aku telah mengalami penderitaan yang begitu mengharukan dalam setiap langkah yang kutempuh, sejak kelahiran dari rahim seorang perempuan yang menempatkan aku pada kelesuan hari sampai aku bertemu dengan matahari senja. Selama perjalanan matahari yang begitu menyiratkan kengerian, aku hanya sanggup melakoni sepenggal dari kisah yang dituliskan oleh lembah."
Nelangsa yang berparade dalam rahim waktu telah menempatkan ia sebagai tumbal untuk menyeimbangkan perputarannya. Dalam langkah yang gontai ia mencabik tirai yang menutupi realitasnya sedangkan di tengah kegontainya, kenelangsaan waktu terus membenamkan kuku tajamnya sampai menyentuh tulang-tulangnya. Suatu keadaan yang begitu memprihatikan.
"aku akan membantumu untuk melepaskan ikatan yang membelenggumu tetapi tuturkan kepadaku secara eksplisit tentang kisahmu."(bersambung)

2 komentar:

Antoninilez mengatakan...

No, engko pux blog menarik sekali...begitu banyak widget baru yang keren...sesekali, posting tulisan ttg cara gampang buat blog n mendesignx, ttg bagaimana cara menambahkan widget keren di blog

ronneycerita mengatakan...

terima kasih tata nanti baru kita posting tulisanya